Di hutan sebelah Utara Barat Laut (UBL) Kabupaten Rejang Lebong mengarah ke Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, ada warisan dunia yang sangat mengagumkan dan belum tereksplor. Lokasi persisnya berada di hutan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Warisan dunia itu adalah Air Terjun Batu Betiang.
Dinamakan Batu Betiang karena nuansa alam di sekitar air terjun itu kiri kanannya ‘dipagari’ bebatuan menyerupai tiang balok raksasa yang tersusun rapi. Sedang bebatuan di aliran sungai di area Air Terjun Batu Betiang itu menyerupai dadu dan persegi panjang. Tekstur permukaan batu itu tidak seperti batu pada umumnya tidak beraturan, namun rata dan rapi.
Ketinggian Air Terjun Batu Betiang tidak begitu tinggi, kurang lebih 2,5 – 3 meter. Namun tinggi dinding batu di sisi kanan diperkirakan lebih dari 10 meter. Penglihatan mata, dinding itu terbentuk dari batu-batu persegi panjang yang disusun ke atas nan rapi. Sedang di sisi kiri, bebatuannya tidak menjulang tinggi namun berbentuk undak-undakan. Di sisi kiri Air Terjun Batu Betiang itu juga sedikit gelap karena sepertinya tidak terkena cahaya matahari.
Akses masuk pengunjung dari Dusun Merasi Desa Babakan Baru Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR) Kabupaten Rejang Lebong. Nah, bagi pengunjung pertama kali pergi ke Air Terjun Batu Betiang, perjalanan dari Kota Curup butuh waktu sekitar 2,5 – 3 jam.
Berkendara dari Kota Curup menuju Dusun Merasi Desa Babakan Baru, butuh waktu sekitar 25 – 30 menit. Sesampainya di dusun, kendaraan di parkir. Untuk menuju lokasi Air Terjun Batu Betiang, dilanjutkan berjalan kaki sekitar 2 jam.




0 Komentar